Rabu, 05 Agustus 2009

hei kamu!

hei kamu!
kenapa sekarang kamu terasa jauh?
walaupun kamu sekarang berdiri hanya sejengkal di depanku.
seolah kamu berada di sebrang pulau yang berbeda.

hei kamu!
kenapa mata kita tidak bisa bertemu?
walaupun kamu terus menatapku curiga.
seolah ada sesuatu yang sangat salah hanya untuk sekedar menatapmu.

hei kamu!
kenapa rasanya ada penghalang yang tinggi dan kokoh di antara kita?
walaupun secara kasat mata tidak ada batas diantara kita.
seolah terpisahkan sebuah benteng tak terhancurkan.

hei kamu!
kenapa kamu menjadi sesuatu yang harus aku hindari?
walaupun aku berusaha untuk tetap biasa.
seolah aku harus tetap menjauh.

hei kamu!
kenapa aku menjadi munafik hanya karena kamu?
walaupun ada kata-kata yang ingin terucap, tapi tak bisa.
seolah mulutku ini dikunci dengan gembok baja raksasa.

hei kamu!
kenapa semuanya menjadi begitu rumit?
walaupun pada awalnya bukan begini.
seolah ini memang menjadi takdir yang sebenarnya.

hei kamu!
kenapa kebaikan dan kebenaran tidak bisa aku capai, bahkan walau hanya salah satu?
walaupun aku mengulurkan tanganku ke arah cahaya putih matahari.
seolah abu-abu tidak akan pernah sirna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feeling good to leave a comment?