Rabu, 23 Desember 2009

merah, atau biru, asal bukan ungu

dari dulu aku bingung. kenapa kalian sangat sulit dimengerti? kita memang berbeda. kalian lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika. sedangkan kami? kami lebih banyak menggunakan logika dibandingkan dengan perasaan. kalian memang ahli dalam menggunakan bahasa tidak langsung. sedangkan kami lebih menguasai bahasa langsung. sementara kalian menyukai ketidak-pastian dan bermain dengannya, kami membutuhkan jawaban yang pasti, solid, dan absolut.

ok, mungkin keseluruhan dari kalian. ya, ini tentang sebagian diantara kalian. dan, ini juga bukan seluruhnya tentang kami. ini tentang aku, dan hanya aku. aku yang mungkin memang terjebak dipermainannya. jenis permainan yang menurutnya menyenangkan, tapi sekarang aku sesali. kalau dipikir-pikir lagi, ini memang semacam permainan tebak-tebakan. dengan kemungkinan 50%. hanya "ya", atau "tidak". simpel memang. tapi, ternyata arti permainan ini lebih dalam dari kelihatannya.

maaf mengecewakan, tapi aku bukan antena yang selalu dapat mendeteksi semua sinyal yang kau berikan. aku terlalu bodoh untuk melihat lebih dalam daripada yang kau tunjukkan. pada suatu saat kau memberikan sesuatu yang merah. tapi, disaat yang lainnya kau memberikan hal yang biru. saat aku akan menanyakan warnamu, aku percaya kau tahu aku akan bertanya, dan kau menghindar. apa? kenapa? kau takut? apa yang kau takutkan?

aku bosan. kau memang selalu berkutat di dalam kepalamu sendiri. asal kau tahu, AKU BENCI UNGU! yang aku inginkan hanyalah 1 jawaban apa warnamu yang sebenarnya. warna merah atau biru? dan percayalah, elang akan tetap terbang diangkasa, beruang akan tetap mencari salmon di sungai, dan aku akan tetap berdiri dan tersenyum, apapun warnamu.

jadi kenapa? ada apa? apa yang kau takutkan? kau takut elang akan jatuh? kau takut beruang akan memakan singa di padang rumput? atau kau takut kalau aku akan melompat kejurang dan terbang dengan hang-glider dipunggungku?

atau ini semua salahku? atau jangan-jangan, hanya aku yang menganggapmu menghindar? apa mungkin sebenarnya kau menunggu aku bertanya berpikir, "mengapa dia masih menggunakan kostum ayam itu?" jadi, apakah hanya aku yang berkutat dipikiranku? entah apa menurutmu, tapi bagiku kau yang menghindar. aku tidak peduli kalaupun kau berpikir seperti itu.

apapun itu, apapun yang terjadi diantara kita, pada akhirnya aku masih belum mendapatkan jawaban itu. tapi percayalah, kata-kata "sebelum 0%, aku tidak akan menyerah" masih terpatri di otakku. suatu saat nanti aku akan bertanya dengan tegas. dan jika datang waktunya, aku ingin kau tetapkan jawaban yang akan kau berikan. biru ataupun merah, apapun jawabanmu, percayalah bahwa jawaban itu ribuan bahkan jutaan kali lebih baik daripada ungu. aku akan bersabar menunggu hingga saat itu datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feeling good to leave a comment?